Cara Melaporkan Penipuan Online ke IASC OJK: Bukti dan Langkah Awal
Baru menjadi korban penipuan transfer? Pelajari bukti yang perlu disiapkan, cara melapor ke IASC OJK, dan perbedaannya dengan laporan polisi.
Baru saja transfer uang lalu sadar bahwa kamu mungkin ditipu? Segera hubungi bank atau penyedia dompet digital melalui kanal resminya. Siapkan juga laporan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dan laporan polisi.
IASC membantu koordinasi penanganan transaksi penipuan, termasuk upaya menelusuri dan menyelamatkan dana yang masih bisa diamankan. Laporan tidak menjamin uang pasti kembali. [1] [2]
1. Hentikan pembayaran dan hubungi bank
Jangan kirim uang tambahan meskipun pelaku menjanjikan pencairan keuntungan atau pengembalian saldo. Hubungi penyedia layanan yang dipakai untuk transfer. Jelaskan transaksi yang dicurigai, minta petunjuk penanganan, lalu catat waktu menghubungi layanan dan nomor pengaduannya. [2]
2. Simpan bukti sebelum menghilang
Amankan dokumen asli dan salinannya. Pisahkan berkas berikut agar mudah dicari saat diminta petugas:
Bukti transfer, nominal, tanggal, dan jam transaksi.
Nomor rekening atau dompet digital pengirim dan penerima.
Percakapan, tautan iklan, serta identitas akun yang menawarkan barang atau layanan.
Catatan kejadian yang disusun berdasarkan urutan waktu.
Jangan mengubah isi bukti agar terlihat lebih meyakinkan. Bila perlu menjelaskan sesuatu, buat catatan terpisah.
3. Buat laporan melalui portal IASC
Buka iasc.ojk.go.id dan pilih menu pelaporan.
Isi identitas, kontak aktif, serta data rekening sesuai bukti.
Jelaskan waktu kejadian, jumlah uang, dan urutan transaksi. Unggah bukti yang diminta.
Periksa isian, kirim laporan, lalu simpan nomor laporannya.
Pantau perkembangan dan lengkapi dokumen melalui kanal resmi jika diminta.
Jika melapor mewakili korban, siapkan surat kuasa dan identitas korban. Jika transfer dilakukan ke beberapa rekening tujuan, periksa apakah perlu laporan terpisah. Persyaratan dan nama menu dapat berubah; ikuti petunjuk terbaru pada portal resmi. [1]
Contoh kronologi yang mudah diperiksa
Tulis kejadian yang kamu ketahui, bukan hanya kesimpulan bahwa seseorang adalah penipu. Berikut contoh rekaan:
Pada 18 Oktober 2026 pukul 10.00, saya melihat iklan barang dari akun A. Setelah berkomunikasi, saya mentransfer Rp2.500.000 pukul 10.25 ke rekening B. Saya kemudian diminta membayar lagi dengan alasan biaya tambahan. Saya tidak melanjutkan pembayaran. Bukti transfer, tautan iklan, dan percakapan saya lampirkan.
Ganti semua unsur contoh dengan fakta kejadianmu. Jika identitas pelaku belum diketahui, tulis apa adanya. Bedakan nama pemilik rekening, nama akun, dan dugaan tentang orang yang mengoperasikannya.
Apakah masih perlu laporan polisi?
Ya. Laporan ke IASC dan laporan polisi memiliki fungsi berbeda. IASC menangani koordinasi transaksi keuangan, sedangkan laporan polisi menjadi jalur penanganan dugaan tindak pidana. Portal IASC mengarahkan korban memakai kedua jalur tersebut. Simpan nomor laporan masing-masing. [1]
Hati-hati dengan tawaran pengembalian uang
OJK telah memperingatkan adanya situs dan pihak yang mengatasnamakan IASC. Periksa alamat lengkap situs; portal resminya adalah iasc.ojk.go.id. Logo dan foto pejabat saja tidak membuktikan keaslian layanan. [3]
Jangan memberikan PIN, kata sandi, atau OTP kepada pihak yang menawarkan bantuan. Hindari memasang aplikasi dari tautan pesan yang tidak terverifikasi. Verifikasi pihak yang menghubungi melalui kanal resmi OJK.
Melapor dengan cepat membantu upaya penanganan, tetapi hasilnya tetap bergantung pada keadaan transaksi dan dana yang masih dapat diamankan. Jangan percaya janji pengembalian uang yang mensyaratkan transfer tambahan. [1] [2]
Bacaan terkait
Informasi umum berdasarkan sumber resmi yang diperiksa pada 19 Oktober 2026. Alur layanan dapat berubah. Penanganan setiap laporan bergantung pada fakta, bukti, dan kewenangan instansi terkait.
Sumber & dasar hukum
Panduan terkait
Kasusmu punya fakta yang berbeda?
Ceritakan kronologi ke Huki untuk memetakan pertanyaan dan langkah awal.
Tanya Huki →Butuh pendampingan? Temukan profesional hukum berdasarkan lokasi dan bidang praktik.
